Home > begini dan begitu > Doctor of the Future will Give NO MEDICINE

Doctor of the Future will Give NO MEDICINE

“The doctor of the future will give no medicine, but will interest his patient in the care of the human frame. In diet and in the cause+prevention of disease” (Thomas Alva Edison)


Kira-kira setahun yang lalu, aku mulai membaca tulisan seorang dokter di salah satu tabloid wanita yang dilanggan oleh ibukku. Sekali membacanya aku langsung kagum karena ketegasan dan keberanian beliau dalam mengubah pemikiran kita selama ini tentang makanan dan pola makan kita. Hal-hal yang beliau tulis memang tidak mudah dilakukan karena menyangkut perubahan perilaku makan, keyakinan kita tentang makanan, dan bahkan budaya. Tapi tulisannya yang seringkali mengulang-ulang hal yang sama dengan ‘ngeyel’ tampaknya bisa mengubah banyak pandanganku dan juga pembaca lainnya.

Hal yang beliau tulis diantaranya tentang: (1) tidak baiknya susu formula untuk balita karena susu dari sapi tersebut diciptakan ALLAH untuk anak sapi yang tentu saja berbeda secara fisiologi dengan anak manusia; (2) tidak baiknya makanan yang dimasak matang karena memboroskan enzim dalam tubuh, sehingga menyebabkan generasi kita sekarang menjadi cepat tua.

Selain itu, berikut ini dua hal yang beliau tulis, yang menurutku paling penting dan tentu saja yang bisa kuinget mengingat tulisan beliau sangat banyak.

Pertama, beliau berulang kali menulis “beras, beras merah, terigu, kentang, mie, dkk adalah sumber karbohidrat yang buruk”.

Menurut penelitian (dan tampaknya kita juga agak tahu), beras dkk cepat dicerna menjadi gula, yang dapat mengakibatkan langsung melonjaknya gula darah kita. Terlalu seringnya kita membuat gula darah kita melonjak akan menyebabkan insulin sebagai pengatur kadar gula darah menjadi cepat kelelahan, dan bahkan menjadi tidak lagi dapat berfungsi dengan peka. Inilah awal mula terjadinya diabetes.

Jadi apa sumber karbohidrat yang baik? Menurut beliau, sayuran dan buah merupakan sumber sejati karbohidrat yang baik, karena sifat mereka yang lambat dicerna menjadi gula.

Aneh kedengarannya memang. Sepanjang kita bisa mulai mengingat, kita telah sangat meyakini bahwa beras dkk adalah sumber karbohidrat. Sayuran dan buah adalah sumber protein nabati. Begitulah pakemnya yang benar menurut 4 sehat 5 sempurna yang telah puluhan tahun kita yakini!

Tapi kemudian aku merenung, orang Barat yang tidak makan nasi juga bisa hidup dengan sehat. Para vegetarian mereka, yang gak makan roti (red: terigu), bisa menjalani hidup yang produktif. Oke! Tidak usah jauh2 mungkin contohnya. Beberapa temenku pernah melakukan diet gak makan nasi selama beberapa bulan dan mereka sehat2 saja selama beberapa bulan tersebut, termasuk salah seorang diantaranya bisa ujian skripsi dengan sukses.

Mengingat pemerintah sedang mulai giat mengkampanyekan diversifikasi pangan, dan mengingat masih tingginya rerata konsumsi perkapita beras nasional ( >100 kg per tahun perkapita), mungkin ada baiknya jika kita coba terapkan. Mungkin mengurangi makan nasi, dari 3 ato 2 kali sehari menjadi cukup hanya sekali sehari.

Kedua, salah kaprahnya kita tentang berbuka puasa dengan yang manis.

Kita selama ini telah sangat teryakini dengan slogan ‘berbukalah dengan yang manis’ hasil sukses iklan komersial, hingga ketika buka puasa tiba, kita langsung memasukkan ‘gula’ ke dalam tubuh. Entah dari teh manis, sirup, kolak, dll. Bayangkan bahwa mesin tubuh yang tadinya sedang dalam kondisi ‘istirahat’ tiba-tiba dipaksa langsung bekerja menstabilkan kadar gula darah. Lagi-lagi kita membuat insulin kecapekan.

Di samping itu, kita tidak boleh lupa bahwa lebih dari 70% tubuh kita tersusun atas ‘air’. Air berperan penting dalam banyak kegiatan tubuh. Transportasi zat gizi dalam darah, pembuangan racun, dll. Air di sini bukan teh, kopi, sirup, dkk itu. Air yang kumaksud adalah air putih. Bayangkan bahwa pada saat tubuh dalam keadaan kering setelah seharian berpuasa, kita langsung memasukkan teh dkk ke dalam tubuh. Bayangkan pada saat itu mesin tubuh sedang dalam keadaan ‘istirahat’ sekaligus kekurangan air sehingga ‘lamban’. Kita memaksa ‘mesin tubuh’ bangun mendadak dan langsung bekerja tanpa pelumas ‘air’ yang memadai.

Kita sering mendengar riwayat tentang Rasulullah SAW yang berbuka puasa dengan air dan kurma (kurma asli yang rasanya berserat seperti bengkuang; bukan manisan kurma yang banyak kita jumpai di Indonesia). Riwayat tidak menyebutkan bahwa Beliau SAW berbuka puasa dengan teh, kolak, ato bahkan sirup. Dan beliau sehat senantiasa.

Menurut sang dokter, buka puasa yang baik adalah dengan air dan buah yang tidak terlalu manis. Jadi badan kita dapat terhidrasi kembali dengan baik. Air dapat mencapai hingga semua sel dalam tubuh. Selain itu, kadar gula darah kita ternormalkan secara bertahap, bukannya secara mendadak.

Inti dari semuanya adalah, ALLAH telah menciptakan kita dengan sangat sempurna. Bukan hanya ‘mesin hidup’ yang ALLAH ciptakan, tapi juga lengkap dengan mekanisme peringatan berupa ‘sinyal tubuh’ yang akan mengingatkan jika ada yang salah dengan diri kita. Bukan dokter ato orang laen, melainkan kita sendirilah, yang paling paham tubuh kita. Tidak melulu pusing harus diobati dengan obat, mungkin saja itu hanya ‘sinyal’ tubuh bahwa kita menuju dehidrasi. Ato mungkin juga ‘sinyal’ bahwa tingkat stres kita sudah meninggi. Mungkin tanpa kita sadar kita telah mendzolimi tubuh kita sendiri.

Apakah kita sudah cukup mendengarkan dan memahami tubuh kita sendiri, memenuhi hak-haknya sesuai dengan aliran alam, serta menyelaraskannya dengan jiwa kita? Karena “men sana in corpore sano” – di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Tubuh dan jiwa adalah satu kesatuan…

Kita adalah hasil dari apa yang kita makan!!

-Ditulis dengan segala keterbatasan ilmuku di bidang ini-

Sumber: Tulisan2 dr. Tan Shot Yen

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: