Home > cerita Kancil > CIVIL Servant a.k.a “pembantu negoro”

CIVIL Servant a.k.a “pembantu negoro”

Minggu, 8 November 2009

Lagi menjalani diklat pegawai. Di dunia pegawai negeri, lebih dikenal dengan nama prajabatan ato prajab. Dan buatku pribadi, ini prajab yang gak kusangka-sangka.

Kupikir dulu, prajab = norak. Kupikir isinya hanya baris berbaris yang membosankan itu (secara aku udah kenyang 1 tahun dulu di “PKB”), materi2 hipokrit tentang kewarganegaraan, peraturan membosankan tentang pegawai, dan semacamnya itu. Setidaknya begitulah kesan prajab yang kutangkap dari karyawan yang udah prajab lebih dulu tahun ini. Walo gak ngerti prajab tu kayak gimana, aku tetep berangkat dan meniatkan diri akan mengikuti prajab dengan baik. Niatku sebenarnya lebih ke liburan, bisa lepas dari kampus beberapa hari. Hehe..

Begitu menjalaninya, aku berubah pikiran. Buatku pribadi, ini prajab yang asik dan bermanfaat.. ^^

Dari sisi aku sebagai individu manusia, bermanfaat karena aku jadi bisa makan teratur tiga kali sehari. Suatu hal yang sangat sulit kulakukan di hari-hari biasa dimana aku tiap hari malas makan. Kami juga diprogramkan untuk berolahraga pagi tiap hari jam 5-5.30. Beberapa hari pertama kami hanya jalan-jalan pagi dan ini menyenangkan. Beberapa hari berikutnya, kami tiap hari senam, dan ini yang sekarang ini membuatku sakit. (Urghh…)

Dari sisi aku sebagai PNS, prajab ini ternyata membuka mataku tentang dunia PNS.

Mungkin pas berangkat prajab aku dan teman-teman hampir semuanya menggerutu karena harus meninggalkan rumah, anak, suami/istri, dan yang jelas tumpukan pekerjaan di kampus masing-masing. Beberapa dari kami berpikir bahwa hal-hal tentang prajab sudah gak relevan lagi dengan kemajuan jaman. Buatku pribadi, rasanya kurang penting harus diasrama 10 hari hanya untuk mendengarkan materi tentang kepegawaian, UUD 45, manajemen perkantoran, etika PNS, dan kawan-kawannya itu.

Tapi aku salah,,,

Prajab ini membuka mataku tentang dunia PNS yang sebelumnya seakan-akan sudah kuketahui semua, tapi ternyata belum banyak kutahu. Banyak hal ternyata yang memang ternyata sudah kuno tapi tetap penting untuk disampaikan dalam kami memulai hidup sebagai PNS. Buatku dan juga beberapa teman yang beropini lewat milis kami di dosen UGM 2008, prajab ini membangun suatu idealisme baru bagi kami memulai ke-PNS-an. Ada diantara kami yang pesimis akan negara ini dan PNS-nya yang sudah terkenal males, tidak prima, bobrok, KKN, dsb. Tapi masih ada temen yang sangat optimis, dan mau menularkan keoptimisan tentang negara ini ke kelas. Selain itu, hal-hal sederhana tentang kepegawaian, tentang pangkat dan golongan, tentang jabatan akademik (asisten ahli s/d guru besar), ternyata memang gak banyak kuketahui, dan informasi itu tersampaikan di prajab ini.

Beberapa teman bahkan baru tau di prajab ini kalo UUD 45 sudah diamandemen bertahun-tahun lalu. Sebagai sesama dosen, kami belajar dengan cara “banyak berpendapat atau bertanya”, gak hanya “mendengar”. Inilah yang membuat kelas dan materi jadi gak membosankan. Bisa dibilang bahwa bapak/ibu guru prajab itu menyampaikan materi hanya 10-15 menit ato kira-kira slide powerpoint ke-2, dan seterusnya kelas yang pegang kendali karena banyak yang bertanya dan beropini. MBoster tenan…

Karena tiap kelas tersusun atas dosen-dosen dari berbagai disiplin ilmu dan fakultas, jadilah pengetahuan kami jadi saling memperkaya, karena segala sesuatu kami kaji dari berbagai disiplin ilmu. Misalnya saat kami belajar tentang pelayanan prima, kami gak hanya melulu belajar bagaimana melayani pelanggan (red: mahasiswa) dengan baik, tapi juga merangkuli ranah hegemoni, kooptasi, dan bahkan kolonialisme. Jadilah di kelas berkembang diskusi dari berbagai aspek. Hukum dan manajemen masuk, politik juga, diperkaya dengan pandangan budaya dan sejarah, serta terkadang geografi dan bahkan psikologi. Beberapa teman bahkan sudah punya pengalaman nasional dan internasional yang cukup, sehingga kadang-kadang memasukkan contoh kasus dalam bahasan materi kelas. Asik…

Jadi, buat temen2 yang belum prajab ato niat jadi PNS, dinikmati aja nanti prajabnya. Anggap prajab sarana membangun link antar bagian, institusi, fakultas ato bahkan universitas, menambah temen dan sodara, liburan dari rutinitas harian, dan yang jelas membangun tekad+semangat menjadi PNS yang baek.

Sistem negara ini menurutku telah menjadikan KKN dkk-nya itu menjadi budaya. Dengan prajab, paling gak ada keinginan dari diri kita untuk berbuat lebih baek. Beberapa teman malah bertekad untuk berkontribusi menjadikan sistem lebih baek, paling gak di lingkungan kampusnya, suatu saat di saat yang tepat, saat suara orang muda seperti kami udah didengar.

Hidup generasi baru PNS Indonesia..!!

^__^

Categories: cerita Kancil Tags: , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: