Home > cerita Kancil > “Aku SIAP untuk lulus!!”

“Aku SIAP untuk lulus!!”

“Aku SIAP untuk lulus!!”

Kalimat sakti ini kudapat dari Pak WD 1, ketika beliau cerita tentang paradigma lulus mahasiswa angkatan 80-an. Mahasiswa jaman dulu, kata beliau, belum berani lulus kalo belum ngerasa siap. Mungkin itu sebabnya mahasiswa2 jaman dulu pada lama2 ya lulusnya. Jaman dulu lulus tepat waktu 4 tahun bisa dibanggakan ke orang2. Umumnya mahasiswa jaman dulu lulus dalam waktu 5 tahun.

Beda banget sama jaman sekarang yang mahasiswanya keliatan pengen cepet2 lulus. Alasannya macam2. Entah karena pengen cepet kerja dan punya duit sendiri, pengen cepet2 gak lagi ngrepoti orang tua, ato bisa juga karena udah bosen sama dunia akademik yang isinya belajar melulu. Padahal kuliah bukan hanya belajar+bikin tugas melulu kan ya?!

Dan memang makin banyak mahasiswa yang “sukses” lulus kurang dari 4 tahun. Gak hanya dari fakultas sosial. Dari fakultas eksak pun makin banyak.

Kalo kita tengok ke jaman kita kuliah S1 dulu, banyak hal yang bisa dengan leluasa kita lakukan. Kita bukan lagi anak sekolah, jadi kita gak harus pake seragam. Kita bisa jadi diri sendiri dan mengekspresikan diri lewat kostum untuk kuliah. Selain itu, dalam beberapa hal kita juga bisa milih sendiri mata kuliah, jam mana yang pengen kita ambil, dan dosen mana yang mau kita ikuti kuliahnya. Kita juga bebas milih jadi mahasiswa tipe apa. Apakah jadi mahasiswa aktivis, mahasiswa PKK (perpus-kos-kampus), jadi asisten, ato mahasiswa yang obar abir aja.

Jadi mahasiswa tipe apa pun kita, banyak hal yang kalo diinget2 dan dirasa2kan, kita dapet selama kuliah S1. Bukan hanya IPK, diktat2, buku2, tugas2, n semacamnya itu, tapi juga teman, persahabatan, bimbingan, tempaan, dan macam2 lainnya. Kalo mau dirangkum dalam satu kalimat, “yang kita dapat selama S1 adalah segudang pengalaman untuk pengayaan+pendewasaan diri”, yang menurutku lebih daripada yang kita dapat dari masa SMA.

Pengalaman, pengayaan, dan pendewasaan diri inilah yang akan jadi bekal penting kita merambah hutan rimba dunia nyata “BEKERJA”. Dunia kerja gak selalu seperti yang kita bayangkan, yang penuh kekeluargaan+pengertian antar temen, bos yang baek, waktu kerja yang fleksibel, dan yang enak2 semacamnya. Kalo mau kubilang, dunia kerja tu banyak ketidakpastian. Dan masa2 S1 sangat bisa kita manfaatkan untuk mempersiapkan mental+ilmu+diri kita menghadapi kerasnya.

Dosen pembimbing yang kita bilang kejam sebenarnya adalah preliminary figure calon bos kita yang lebih kejam n lebih diktator. Temen2 yang kita anggap saingan bisa jadi juga preliminary figure calon temen kerja kita yang lebih parah nantinya, tukang gosip, tukang fitnah ato bahkan tukang menjatuhkan orang laen. Laporan2 praktikum dan tugas yang seabreg, yang harus dikerjakan sampe tengah malam, bisa jadi latihan ketahanan kita menghadapi deadline ketat. Toh pas kuliah kadang2 kita bisa minta keringanan sama dosen ato saling bantu sama temen. Pas udah kerja, apa bisa kita minta keringanan waktu sama customer ato rekanan?? Apalagi kalo itu menyangkut integritas perusahaan ato instansi. Tugas2 kelompok sebenarnya juga latihan kita berbagi tugas, berbagi pikiran, saling menghargai, bersabar dalam teamwork.

Aku bisa bilang bahwa itu semua kita dapat di S1 karena menurutku gak lagi bisa kita dapat di S2 ato S3. Semasa S1, kita dan temen2 seumuran, jadi pengalaman yang kita dapat bisa dibilang rata. Kita bisa sama2 bandel, sama2 idealis, sama2 sepikiran, sama2 sepaham, dan lain sebagainya. Kalo udah S2 ato bahkan S3, orientasi kita dan temen2 udah beda. Kita bisa kompak sama temen2 S2 ato S3, tapi rasa idealisme, kebandelan, pikiran, dan kesepahaman udah beda. Gak bisa lagi seleluasa dan sepemikiran sama temen2 S1.

Jadi, kalo beberapa pihak menjadikan lulus cepat salah satu indikator penentu kualitas pendidikan, aku kok kurang setuju. Aku setuju dengan pernyataan Pak Kajur, “lebih baik lulus tepat waktu daripada lulus cepat” (tapi diri pribadi blm matang). Sangat setuju..

So, mungkin ada baiknya kalo ade2 mahasiswa diberi keleluasaan (red: bukan kebebasan) untuk memilih lulus tepat waktu (daripada lulus cepat) agar mereka punya bekal hati+mental+softskill yang cukup untuk menghadapi kejamnya dunia kerja.

Categories: cerita Kancil Tags: , , , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: