Home > cerita Ibu Bumi > Kentang Penguasa Dieng

Kentang Penguasa Dieng

panorama Dieng plateu

Sekilas dilihat memang tampak indah dengan lahan, bukit, dan pedesaan yang bersaling silang. Tapi sebenarnya sungguh menyedihkan keadaan Dieng sekarang. Dieng telah dikuasai oleh pasukan kentang.

Dieng Plateu

Kata “Dieng” berasal dari kata “Di Hyang” yang artinya para dewa. Pada jaman Kerajaan Mataram Kuno yang masih Hindu, Dieng menjadi semacam tempat peristirahatan sekaligus pertapaan. Dataran tinggi Dieng pada masa itu dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa. Karena itulah di sana bertebaran candi.

Dieng berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Menurut GPS yang saya pegang selama saya di sana (hehe..), Dieng berada di ketinggian 1900-2000-an meter dpl. Suhunya di siang hari di bawah 20 derajat celcius. Wah.. adem juga yo awan2. Dieng sebenarnya merupakan puncak dari gunung yang masih aktif. Terbukti dari banyaknya kawah di sana, juga rekahan2 tanah yang mengeluarkan gas di beberapa tempat. Keberadaan pembangkit listrik tenaga panas bumi mungkin juga bisa jadi salah satu bukti keaktifan Dieng.

Kentang

Kata Tante Wikipedia aslinya dari benua Amerika.

Tanaman pangan yang diambil umbinya. Sumber karbohidrat, vitamin C, kalium, dan mineral lainnya.

Kentang merupakan tanaman pertanian utama di Dieng karena nilai ekonomisnya yang tinggi. Menurut suatu laporan kajian pertanian konservasi di Dieng pada tahun 2006, pendapatan petani kentang per hektarnya dapat mencapai lebih dari Rp 10 juta sekali panen. Padahal dalam setahun, petani Dieng menanam kentang 2-3 kali. Kentang dari Dieng bahkan telah diekspor dan cukup dikenal di luar negeri.

salah satu bukit di Dieng yang terjajah itu

Kentang mengKudeta Dieng

Kentang sekarang tersebar ke seluruh dunia. Kentang bahkan mengkudeta dataran tinggi Dieng hingga para dewa yang tadinya bersemayam di sana pun ikut tergusur. Yang tertinggal adalah candi2 yang bercuatan diantara lahan2 pertanian. Candi2 itu ikut merana karena kerusakan lingkungan sekitarnya.

Kentang menjajah habis bukit2 di Dieng. Hanya satu atau dua bukit yang masih memiliki pepohonan, tapi itu pun di bagian puncaknya. Sejauh mata memandang yang tampak adalah pemukiman penduduk yang dikepung lahan2 pertanian berwarna putih, coklat, dan hijau.

Betapa kentang sudah berubah menjadi roh jahat yang merasuki pikiran para petani Dieng. Mengubah mereka menjadi penjajah lingkungan, para kapitalis. Mereka menanam kentang dengan sistem guludan lurus yang menyebabkan tanah terkikis dan longsor di musim hujan. Juga mencemari tanah dengan pestisida yang jumlahnya wuihh.. Juga membuat Sungai Serayu dangkal.

round village dan lahan pertanian Dieng

Kenapa bisa hal ini dibiarkan..??

Saya jadi takut tembakau juga akan mengkudeta Gunung Sumbing dan Sindoro.

Apa yang bisa kita lakukan..?? =))

  1. March 27, 2010 at 10:55 pm

    Daerah Dieng sudah tergadai oleh pengusaha-pengusaha kentang dieng seperti rusaknya lingkungan akibat masa depan dieng akan longsor tanpa ada pemeliharaan lingkungan kesenangan dan keuntungan masyarakat hanya sesaat saja masa akan datang 30 tahun kemudian???

    • February 5, 2011 at 7:07 pm

      betul. makanya kita perlu nglakuin sesuatu dari sekarang. sayangnya, orang2 sana udah resisten n tutup kuping..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: