Kita

December 27, 2012 Leave a comment

From: Kamu

09/13/2006 6:37 pm

Subject: Re: aai…. Message:

Mbak,…

sepertinya memang begitu, kemarin sebelum hari ini, lama sepeninggal senja waktu itu.. di telepon.

~~

sama juga saya temennya–ralat, mungkin lebih pada saudara–assyari, ifan, habibie dll.

betul! waktu itu dinginnya malang cukup menusuk… tapi wai de minit (biar berkesan english) aku ga bilang “aku yang keren deh”?, bukannya mbak yang terkesan tidak(?) mau bicara sama aku, tapi sudahlah…

tak ada yang salah dan benarkan?

kalaupun ada, ukurannya selalu kita tanyakan, right? salam kenal lagi, semoga kelak lebih baik…

have a nice day too

: P @~~ZN

—————————

From: Kamu

09/19/2006 12:32 am

Subject: Re: aai…. (juga) Message:

oke deh kelir semuanya:

1. aaa.. dayut, baik kamu pun ga’ perlu panggil abang terserah kamu mau panggil aku apa… asal tidak mengingatkanmu pada sesuatu/apapun yang pengen kamu lupain, karena dilupain itu Read more…

Categories: cerita Kancil Tags: ,

Does More Money Guarantee Your Happiness?

December 26, 2012 Leave a comment

IMG0087A

Money means as exchange tool only for some people, but could be more for some others. The first group sees money as tool, something that supporting their live in subsidiaries role. Whereas the second argues that money is very important and has primary role in daily life.

Those different arguments was discussed in a class debate held in classroom 408 three weeks ago. The class was divided into two groups, pro and cons. The debate under topic of “more money leads to more happiness” was flow attractively.

The pro-folk started the discussion by analysing the term of “happiness”. According to them, happiness was determined by two main aspects, spiritually and physically. “Firstly”, said the pro-folk representative, “money would help people reach physical happiness, whether by helping fulfil the basic human needs, such as house and food, as well as secondary needs, like books for education, gadgets for communication or using information technology, etc.

“Second”, the other pro-representative continued, “spiritual happiness could be supported by more money. For instance, hajj, a once-in-a-lifetime-ritual for Moslem by visiting the Makah and Medina, needs lots of money”. The group added that it is not a guarantee that person had the hajj would be happier, but hajj usually gives fulfilled feeling that guide into happiness.

“So it is not about the money itself, Read more…

Categories: cerita Kancil Tags: ,

This is HOME: Pengalaman Membeli Rumah

December 26, 2012 Leave a comment

Membeli rumah buat saya adalah semacam petualangan tersendiri yang cukup melelahkan. Kata orang2 malah bisa disandingkan dengan kegiatan mencari jodoh. Hehe… Saya menuliskan segelintir pengalaman saya waktu mencari rumah selama 1 bulan lebih 12 hari.

 

Minta saran dari yang lebih tua

Sebelum memutuskan untuk mencari rumah (bukan membeli, masih mencari), saya meminta saran dari orang yang lebih tua di sekitar saya. Intinya, saya ingin berinvestasi properti, yang mana ketika itu saya lebih memilih membeli tanah. Saya hanya gak mau uang saya habis pelan2 dicuri nazgul bernama inflasi. Selain orang yang lebih tua lebih punya pengalaman dalam hal jual beli properti, menurut saya pandangan mereka penting karena saya bukan orang Jogja asli.

Sarannya saya dapat dari seorang Ibu karyawan. Beliau menyarankan untuk membeli rumah sekalian aja kalo budget mencukupi. Beliau cerita tentang pengalaman seorang dosen senior yang sekarang punya 2 rumah. Rumah yang pertama dibeli di perumahan. Rumah perumahan, jadi ya tipe yang kecil. Barulah setelah dosen senior ini membeli tanah, dan membangun rumah dengan design yang diinginkan.

This is it…

 

Nekat aja ah..!

Bermodalkan segelintir tabungan, riwayat kerja saya yang udah 2 tahun lebih, dan kebosanan karena tiap bulan bisanya hanya menabung aja tanpa jadi apa2, saya pun nekat memutuskan untuk membeli rumah. Kenapa kok nekat? Karena gaji saya sebagai PNS yang baru 2 tahun gak bisa dibilang besar. Saya hanya berpikir bahwa harga rumah ato tanah gak akan pernah turun, justru akan semakin naik. Kalo saya tunda, gaji saya memang  akan naik, harga rumah pun naik. Sama aja menurut saya beli sekarang dan nanti2.

Walo nekat, segelintir tabungan tetap diperlukan, Read more…

Ekonometrika dan Relativitas keberUNTUNGan

May 21, 2011 1 comment

Sejak SMP, berulang kali saya mendengar ajaran bahwa menjadi orang beruntung lebih ‘utama’ daripada menjadi orang pintar. Orang Jawa bilang, “wong bejo ngalahke wong pinter” (red: orang beruntung mengalahkan orang pintar).

Awalnya, dengan pikiran yang masih cukup lugu, saya gak begitu mengerti gimana prakteknya. Tapi saya tetap mempercayai filosofi itu. Mungkin inilah yang namanya keberhasilan doktrinasi, perpaduan antara doktrin orang tua di rumah dengan orang tua di sekolah, alias guru2 SMP saya. Saya menanamkannya dalam diri saya, hingga doa harian saya cukup hanya ‘mohon jadikan saya orang yang selalu beruntung, Ya ALLAH‘.

Ada suatu proses di alam semesta yang berulang kali membelajari saya tentang hal ikhwal “beruntung” ini. Menurut analisis saya, beruntung bisa terwujud secara spiritual atopun secara fisik. Jadi beruntung bisa dibagi menjadi perasaan beruntung dan keberuntungan, yang mana adalah 2 hal yang berbeda.

Justifikasinya bisa saya dapatkan dari analisis ekonometrika untuk persamaan “perasaan beruntung” dan “keberuntunganRead more…

“kuliah sambilan” vs”kerja sambilan”

February 27, 2011 Leave a comment

Saya sedang bertanya2, benarkah kita susah kuliah hanya untuk bersusah-susah bekerja?

Kenapa universitas ato jurusan ato program studi dipandang sukses (red: akreditasinya bagus, dll) kalo lulusannya cepat bekerja? Sampe2 indikator “lama lulusan mendapatkan pekerjaan” jadi patok utama di aspek lulusan.

Rasa penasaran ini bermula ketika dulunya saya sering heran melihat sekeliling saya. Kenapa orang2 pinter (red: dosen2 di kampus saya) bisa membagi otak dan pikiran mereka untuk beberapa pekerjaan sekaligus. Istilah bekennya sekarang “multi-tasking”. Padahal saya selama ini berprinsip, lebih baek mengerjakan 1 hal tapi maksimal daripada bermacam2 hal sekaligus tapi gak maksimal.

Sampe akhirnya, sejak Juni 2007 saya dihadapkan pada situasi semacam itu: harus membagi waktu dan pikiran untuk beberapa tugas dan pekerjaan sekaligus!!


Awalnya emang berat. Ya mikir kerjaan yang bervariasi (baek secara lokasi, waktu, maupun penugasan), ya mikir kuliah Keep Reading………….

Jumlah Perempuan di Dunia Lebih Banyak Dari Laki-Laki..??

February 27, 2011 21 comments

Saya pernah membaca sebuah buku (lupa judul dan penulisnya) yang salah satu aspeknya membahas tentang poligami secara ringkas. Di buku itu disebutkan bahwa salah satu sebab dibolehkannya poligami adalah karena jumlah wanita di dunia ini lebih banyak daripada pria. Waktu itu saya tidak langsung mengecek data untuk mengklarifikasi kebenaran pernyataan tersebut. Hanya berpikir bahwa kenyataan itu sepertinya benar, mengingat sepanjang karir sekolah “S3” saya (red: SD, SMP, S1), jumlah siswa perempuan selalu lebih banyak daripada siswa laki-laki.

Baru-baru ini saya menemukan fakta menarik tentang perbandingan jumlah wanita dan pria di dunia (atau human sex ratio yang merupakan rasio jumlah pria per seratus jumlah wanita). Baru kemarin seorang teman menyatakan bahwa jumlah pria di Indonesia lebih banyak daripada wanita, meskipun perbedaannya hanya sedikit.

Terdorong oleh keinginan untuk membuktikan keyakinan saya sebelumnya bahwa jumlah wanita di dunia lebih banyak daripada pria, saya pun memulai pencarian data ke lembaga-lembaga internasional. Dugaan awal saya, jumlah pria di Indonesia bisa jadi lebih banyak, tapi jika sex ratio semua negara di dunia dirata-ratakan, mestinya akan diperoleh bahwa jumlah wanita lebih banyak daripada pria.

Dugaan saya keliru.

Hasil pencarian saya menunjukkan bahwa jumlah pria di dunia ternyata lebih banyak daripada wanita.

biru menunjukkan negara dengan jumlah wanita lebih banyak, merah adalah negara dengan jumlah pria lebih banyak

world sex ratio ::> biru menunjukkan negara dengan jumlah wanita lebih banyak, merah adalah negara dengan jumlah pria lebih banyak

Pada umur lahir, sex ratio dunia adalah 1,07 (pria lebih banyak 7% daripada wanita). Pada umur di bawah 15 tahun, sex ratio dunia adalah 1,06; pada umur 15-64 tahun 1,02; dan pada umur lebih dari 65 tahun 0,78. Secara rata-rata, sex ratio dunia adalah 1,01 alias jumlah pria lebih banyak 1% dibanding wanita. Hanya pada umur di atas 64 tahun wanita lebih banyak jumlahnya, Keep Reading………

Categories: cerita Kancil Tags: , , , , , , , ,

Menghargai Kearifan PeTANI

February 26, 2011 Leave a comment

Seorang guru saya pernah berkata, “Dua pekerjaan paling mulia adalah guru dan petani. Guru karena memberi ilmu, sedangkan petani karena memberi makan orang banyak”……

Petani: SDM sektor pertanian.

Pertanian: terkesan gak elit, kotor, miskin.

Padahal sumbangan sektor pertanian dan turunannya di banyak negara di dunia terhadap PDB tidaklah kecil. Pertanian juga merupakan sektor yang paling tua, hanya kalah tua Keep Reading…………………….

Categories: cerita Ibu Bumi Tags: , , ,